Pasang Iklan Gratis

Piala Dunia 2026 - Mikel Oyarzabal ukir rekor tak diinginkan, gaya tiki-taka Spanyol hadirkan kutukan

 Timnas Spanyol gagal memetik poin penuh dalam laga pertama mereka di Piala Dunia 2026 usai ditahan imbang tanpa gol oleh Timnas Tanjung Verde.

Timnas Spanyol mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola 74 persen dan total delapan tembakan tepat sasaran.

Namun, juara Piala Eropa 2024 itu tidak mampu membobol gawang Timnas Tanjung Verde yang berstatus tim debutan.

Bahkan, penyerang Spanyol Mikel Oyarzabal mencetak rekor bersejarah yang tidak diinginkan dalam laga tersebut.

Ia menjadi pemain pertama sejak 1966 yang tidak menyentuh bola selama 30 menit pertama pertandingan Piala Dunia 2026.

Catatan tersebut sangat kontras dengan performa penyerang Real Sociedad berusia 29 tahun itu belakangan ini.

Ia memasuki turnamen sebagai pemain kunci bagi Spanyol usai berkontribusi pada 19 gol dalam 13 laga terakhirnya untuk tim nasional.

Dengan hasil ini, kutukan Spanyol dalam hal penguasaan bola tanpa mampu menembus lini pertahanan kembali muncul.

Gaya sepak bola penguasaan bola Spanyol, yang juga dikenal sebagai tiki-taka, memang membuahkan kesuksesan.

Termasuk dua gelar Piala Eropa berturut-turut pada 2008 dan 2012 serta trofi Piala Dunia pada 2010.

Namun, keadaan telah berubah sejak 2014 ketika gaya sepak bola yang dulu dinikmati Spanyol kini menjadi beban bagi mereka.

Pada Piala Dunia 2014, Spanyol tersingkir dari babak penyisihan grup meski menguasai bola dalam kekalahan mereka melawan Belanda dan Chile.

Empat tahun kemudian di Rusia, Spanyol menyelesaikan lebih dari 1.000 operan melawan tuan rumah di babak 16 besar sebelum tersingkir melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

Hal serupa terjadi pada tahun 2022 ketika Spanyol mencatatkan hampir 77 persen penguasaan bola melawan Maroko di babak 16 besar.

Namun, mereka gagal menembus pertahanan sepanjang pertandingan dan kembali tersingkir melalui adu penalti.

Hasil imbang melawan Tanjung Verde memiliki cerita yang sama saat tim asuhan Luis de la Fuente sepenuhnya mengontrol bola dengan 764 operan sukses.

Namun, sebagian besar penguasaan bola tidak mengganggu pertahanan Tanjung Verde.

“Masalah ini sebagian besar disebabkan oleh rancangan taktik Spanyol, yang gagal memberikan umpan kepada striker meskipun mendominasi penguasaan bola,” bunyi pernyataan Opta.

Sementara itu, setelah peluit akhir berbunyi, Fuente mengatakan bahwa Spanyol seharusnya memenangkan pertandingan tersebut.

“Dalam pikiran kami, ada hal positif dan keinginan untuk berkembang," kata Fuente.

"Seharusnya kami memenangkan pertandingan hari ini dengan semua yang terjadi, dengan semua situasi menguntungkan yang kami ciptakan, tetapi kami kurang segar dan ketajaman dalam penyelesaian akhir."

"Kami perlu terus berkembang dan mendapatkan ritme permainan. Itulah tujuan besar kami dalam beberapa hari ke depan hingga pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fuente mengaku menyadari Tanjung Verde akan bermain bertahan dengan pemain-pemain yang kuat secara fisik.

“Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat," kata Fuente.

"Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kekurangan kebugaran, maka hal ini terjadi. Sepak bola memang seperti itu tidak ada lawan yang lemah di sini,” tambahnya.

Selanjutnya, Spanyol akan kembali diuji di laga melawan Arab Saudi pada 21 Juni sebelum bersua Uruguay di laga terakhir.

0 Response to "Piala Dunia 2026 - Mikel Oyarzabal ukir rekor tak diinginkan, gaya tiki-taka Spanyol hadirkan kutukan"

Posting Komentar