Pasang Iklan Gratis

Nge-prompt AI sedot triliunan liter air, bikin sejumlah daerah kekeringan

 Setiap kali kamu menekan tombol "Run" pada AI, ada sumber daya alam terpakai. Listrik mengalir, kipas pendingin berputar, dan air diambil dari bumi hanya untuk menjawab permintaan kamu di AI

Setiap kali kamu mengirimkan permintaan (prompt) pada AI, perintah tersebut akan dikirimkan ke pusat data (data center). Pusat data merupakan wadah bagi ribuan chip AI sekaligus tempat pemrosesan prompt kita. Dalam pengoperasiaannya, pusat data memerlukan pasokan listrik.

Berbeda dengan kegiatan daring konvensional, seperti pencarian atau menonton video, tugas AI lebih kompleks. Aktivitas AI seperti menghasilkan gambar, suara, hingga video merupakan teknik komputasi tinggi yang menyerap banyak daya. Otomatis, penggunaan daya listrik lebih besar.

Suhu di pusat data menjadi panas saat listrik berdaya besar terus mengalir ke chip-chip tersebut. Guna menghindari kerusakan akibat suhu panas, pusat data memerlukan pendingin.

Mengutip artikel Bloomberg berjudul “Why Do Data Centers Use So Much Fresh Water?” di 2026, rata-rata pusat data di dunia menggunakan air tawar (bersih) sebagai cairan pendingin. Penggunaan air laut sebagai pendingin tidak dipilih sebab kandungan garam dan mineral dapat menyebabkan korosi, pembentukan kerak, dan penumpukan kotoran biologis. Penumpukan kotoran tersebut mampu menyumbat pipa, merusak peralatan, serta menurunkan efisiensi pendinginan.

Sayangnya, air bersih yang telah dipakai sulit digunakan kembali. Air bersih yang tidak menguap telah terkontaminasi debu, mineral, atau bahan kimia, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk cairan pendingin. Oleh sebab itu, pusat data terus melakukan penyedotan pada sumber air sekitar.

Berapa Jumlah Air yang Dikonsumsi AI?

Dalam penelitian yang dipublikasikan Google di Agustus 2025 dengan judul "Measuring the environmental impact of delivering AI at Google Scale," mesin AI mereka hanya mengkonsumsi 5 tetes air (0,26 ml) untuk memproses satu prompt. Google juga klaim penggunaan energi guna memproses satu prompt juga lebih rendah ketimbang menonton video 9 detik di televisi.

Sementara itu, di laporan terpisah, Google menyatakan bahwa perusahaan tersebut mengkonsumsi 10,9 miliar galon (41,26 miliar liter) air pada tahun 2025. Angka itu tercatut dalam Laporan Lingkungan Google 2025 yang dirilis pada Juni 2026.

CEO OpenAI, Sam Altman dalam blog pribadinya mengatakan bahwa satu prompt ke ChatGPT menghabiskan seperenam belas sendok teh air atau sejumput air. OpenAI sendiri belum mengeluarkan pernyataan mengenai total konsumsi air untuk mendinginkan seluruh data center mereka.

Lembaga Think Thank PBB, Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa (UNU), dalam riset berjudul 'Environmental Cost of Artificial Intelligence: Carbon, Water, and Land Footprints' pada Juni 2026 menjelaskan bahwa jejak air yang dipakai untuk memproduksi satu gambar sekitar dua sendok makan (29 ml). Lalu, untuk prompt permintaan video, penggunaan air melonjak menjadi 4,1 liter. Jumlah ini setara dengan kebutuhan air minum satu orang selama dua hari.

"Energi yang dibutuhkan untuk memproduksi gambat AI mampu menyalakan lampu bertenaga 10-watt LED selama 17 menit, dan energi untuk menghasilkan video AI dengan kompleksitas tinggi dapat menyalakan lampu yang sama dalam 42 jam. Demikian pula, jejak air yang terkait dengan penggunaan listrik adalah sekitar dua sendok makan (29 ml) untuk satu gambar. Namun melonjak menjadi 4,1 liter untuk video yang kompleks, hampir setara dengan kebutuhan air minum satu orang selama dua hari," tulis penelitian tersebut.

Sementara itu, jumlah konsumsi air untuk menghasilkan satu prompt teks dihitung dari perkiraan beban operasional ChatGPT. Angka ini diperoleh dengan membagi total jejak air tahunan ChatGPT (sekitar 3,8 miliar liter) dengan total prompt yang diproses dalam setahun (sekitar 2,5 miliar prompt per hari dikalikan 365 hari).

Secara agregat, seluruh pusat data di dunia diperkirakan mencatatkan jejak air hingga 4,5 triliun liter per tahun. Jumlah air tersebut cukup untuk mengisi 1,8 juta kolam renang ukuran Olimpiade, atau memenuhi kebutuhan air domestik tahunan bagi lebih dari 600 juta penduduk di kawasan Afrika Sub-Sahara.

Sebagai catatan, kalkulasi konsumsi air ini dapat bervariasi. Jejak air sangat bergantung pada jenis model AI yang digunakan, efisiensi pendinginan pusat data, hingga bauran energi listrik di lokasi server tersebut beroperasi

0 Response to "Nge-prompt AI sedot triliunan liter air, bikin sejumlah daerah kekeringan"

Posting Komentar