Geopolitik memanas, Pertamina siapkan strategi berlapis jaga pasokan LPG-BBM
PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi gejolak geopolitik global guna memastikan kelancaran distribusi energi nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan, jalur maritim menjadi salah satu penopang distribusi energi penyaluran BBM dan LPG ke wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," jelasnya dikutip dari siaran pers
Adapun, untuk menghadapi gejolak geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Dia menjelaskan, produksi hulu migas didorong untuk meningkat sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri.
Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.
Selain penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.
Secara keseluruhan, Pertamina melalui Subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri atas 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut minyak mentah (crude), 4 Kapal mengangkut petrochemical, dan 43 kapal pengangkut LPG.
Armada tersebut melayani berbagai rute termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.
Dia menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Adapun, pada pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal dengan kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan LPG di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo. Gas Ambalat membawa pasokan LPG untuk kebutuhan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
0 Response to "Geopolitik memanas, Pertamina siapkan strategi berlapis jaga pasokan LPG-BBM"
Posting Komentar