Skandal Epstein: Raja Inggris 'prihatin' dengan kelakuan Andrew
Raja Charles menegaskan dukungannya atas penyelidikan polisi terkait hubungan adiknya dengan pengusaha yang terlilit skandal, Jeffrey Epstein. Skandal ini berpotensi membayangi kunjungan Pangeran William ke Arab Saudi.
Pada hari Senin (09/02) , Raja Inggris Charles III menyatakan "keprihatinan mendalam” atas perilaku saudaranya, Andrew yang gelar pangerannya telah dicopot.
Keluarga kerajaan Inggris semakin berada di bawah sorotan publik menyusul dampak dari hubungan saudara raja tersebut dengan finansier Amerika Serikat jadi terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Andrew dicabut gelar kerajaannya tahun lalu akibat skandal ini.
Polisi Inggris menyatakan bahwa para petugasnya sedang "menilai” tuduhan baru bahwa Andrew Mountbatten-Windsor mungkin telah membocorkan dokumen perdagangan sensitif kepada Epstein.
Apa yang dikatakan keluarga kerajaan Inggris tentang penyelidikan polisi terhadap Mountbatten-Windsor?
Istana Buckingham mengatakan bahwa Raja Charles akan "siap memberikan dukungan” kepada pihak kepolisian apabila para penyelidik menghubunginya terkait tuduhan terbaru tersebut.
"Raja telah menegaskan, baik melalui kata-kata maupun melalui tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, keprihatinannya yang mendalam terhadap tuduhan-tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Mountbatten-Windsor,” demikian pernyataan Istana Buckingham.
Pangeran William, putra sulung Charles dan pewaris takhta, juga ikut menanggapi isu ini. Dalam sebuah pernyataan, William dan istrinya, Putri Catherine, mengatakan bahwa mereka "sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut.”
PM Starmer juga berada di bawah tekanan akibat dampak berkas Epstein
Skandal Epstein di Inggris semakin meluas dalam beberapa hari terakhir setelah kumpulan dokumen terbaru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu.
Skandal ini menambah tekanan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat.
Salah satu penasihat terdekat perdana menteri, Morgan McSweeney, mengundurkan diri pada hari Minggu (08/02) karena perannya dalam merekomendasikan penunjukan Mandelson.
McSweeney, yang merupakan penasihat terdekat Starmer, mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas rekomendasi tersebut.
Mandelson dicopot dari jabatan itu pada bulan September setelah semakin banyak bukti yang memberatkan muncul mengenai kedalaman hubungannya dengan Epstein.
Namun, berkas yang paling baru dirilis memberikan gambaran yang lebih jelas lagi, dengan politisi senior tersebut kini menghadapi penyelidikan polisi.
Skandal berpotensi membayangi kunjungan William ke Arab Saudi
Skandal ini mengancam akan membayangi perjalanan Pangeran William ke Arab Saudiyang dimulai pada hari Senin (10/09).
Pada hari pertama kunjungan resminya mewakili pemerintah Inggris, William bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperdalam hubungan ekonomi, termasuk mendorong penyelesaian perjanjian perdagangan bebas dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Keluarga kerajaan Inggris telah lama menikmati hubungan hangat dengan keluarga kerajaan Saudi, dan kunjungan pertama William ke kerajaan tersebut dapat menambahkan nuansa diplomatik serta unsur kepercayaan ketika pemerintah Inggris terus berupaya merampungkan kesepakatan tersebut.
Inggris dan GCC—yang juga mencakup Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Bahrain—telah merundingkan perjanjian perdagangan bebas sejak 2022.
Kunjungan William dijadwalkan mencakup program budaya dan lingkungan. Kantor Berita Resmi Saudi (SPA) merilis gambar Pangeran Mohammed yang memberikan tur pribadi kepada William di Situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif di Diriyah, sebelum keduanya mengadakan pertemuan tertutup.
William sebelumnya bertemu dengan putra mahkota pada Maret 2018, ketika ia dan ayahnya, yang saat itu masih Pangeran Charles, menjamu bin Salman dalam sebuah jamuan makan malam di Clarence House, London.
Kekhawatiran hak asasi manusia
Arab Saudi merupakan mitra strategis utama Inggris di kawasan Teluk. Kemitraan tersebut kerap dikritik karena catatan hak asasi manusia kerajaan itu yang kelam, dan pemerintah Inggris sebelumnya telah menyatakan keprihatinannya.
Isu hak asasi manusia di kawasan Teluk juga terus ditekankan oleh kelompok-kelompok pembela HAM di Inggris seiring berlanjutnya perundingan perjanjian perdagangan bebas.
Pada tahun 2020, Inggris menjatuhkan sanksi terhadap 20 warga negara Saudi yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang berbasis di AS pada tahun 2018 di konsulat Saudi di Istanbul.
Tahun berikutnya, PresidenASsaat itu, Joe Biden, merilis laporan intelijen yang menyatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menyetujui operasi tersebut—klaim yang terus dibantah oleh otoritas Saudi.
Meski terdapat ketegangan tersebut, keterlibatan diplomatik dan ekonomi tetap berlanjut. Perdana Menteri Inggris Starmer bertemu dengan putra mahkota Arab Saudi di Riyadh pada bulan Desember 2024. Lawatan itu menegaskan keberlanjutan hubungan strategis. Perdagangan Saudi-Inggris tetap kuat, mencapai 23,5 miliar dolar AS dalam barang dan jasa pada periode satu tahun hingga 30 Juni 2025.


0 Response to "Skandal Epstein: Raja Inggris 'prihatin' dengan kelakuan Andrew"
Posting Komentar